Rabu, 16 Februari 2011

Resensi K-Drama Daemul 대물

Drama ini rencananya akan ditayangkan pada tahun 2008, tapi karena kekurangan dana dan kesulitan untuk menentukan lokasi, maka diundur hingga akhir tahun 2010 kemarin (6 Okt.2010 – 23 Des.2010). Awalnya aku mau nonton karena penasaran ma acting Go Hyun Jung (yg jadi Mishil di K-drama Queen Seon Deok) di drama yg selain saeguk, tapi setelah nonton, aku jadi suka ma drama 24 episode ini. Selain Go Hyun Jung(Seo Hye Rim), drama ini juga dibintangi oleh Kwon Sang Woo (Ha Do Ya) dan Cha In Pyo (Kang Tae San). Dan….bonus menyenangkannya adalah, ada penyanyi favorit aku Kim Tae Woo jadi cameo di drama ini~ㅋㅋㅋㅋㅋ
Poster Drama Daemul
Kwon Sang Woo
Kim Tae Woo&Go Hyun Jung

Daemul/대물 atau Big Fish/Big Things adalah salah satu K-drama yang tayang di tahun 2010. Drama ini mengangkat tema politik yg sangat jarang terdapat di drama Korea yg sebagian besar adalah bergenre comedy romantic dan family.
Daemul berkisah tentang perjalanan Seo Hye Rim menjadi presiden wanita pertama di Korea Selatan yang penuh dengan intrik. Terjunnya Seo Hye Rim di dunia politik berawal dari kematian suaminya yg menjadi korban penculikan di Afghanistan akibat lemahnya diplomasi presiden (pemerintah Kor-Sel). Ketidakpuasannya terhadap pemerintah ditambah dengan keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan di provinsi tempat tinggalnya. dibantu dengan Kang Tae San, Seo Hye Rim memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan menjadi Anggota kongres Nasional (semacam DPRnya Kor-Sel) agar dapat menyalurkan aspirasinya membantu masyarakat.
Merasa gagal dalam membantu masyarakat yg diwakilinya dan menyadari bahwa politik di Kongres tak sesuai dengan yg diharapkannya, Seo Hye Rim akhirnya mengundurkan diri sebagai anggota kongres dan keanggotaannya dari partai. Melalui jalur independen, Seo Hye Rim kemudian terpilih sebagai gubernur. setelah berhasil menangani berbagai permasalahan di provinsi, Seo Hye Rim lagi-lagi harus mengundurkan diri. Kali ini disebabkan oleh adanya proses yg tidak sah dalam penurunan jabatan gubernur yg sebelumnya.
Tak menyerah untuk mewujudkan reformasi politik yg bersih, Seo Hye Rim akhirnya menjadi presiden wanita pertama di Kor-Sel setelah mengalahkan rivalnya, Kang Tae San.

Tak hanya menceritakan tentang perjalanan politik Seo Hye Rim, drama ini juga mengisahkan kehidupan politikus di Kor-Sel yg banyak melakukan korupsi dan bagaimana seorang jaksa yg jujur ( Ha Do Ya) berusaha untuk memberantas korupsi di pemerintahan Kor-Sel.
Aku enggak yakin drama ini akan ditayangkan di Indonesia karena tak banyak kisah romantic dan banyak menceritakan permasalahan politik. Walaupun begitu, drama ini tetap pantas ditonton karena kita jadi tahu bagaimana kehidupan politikus dalam pekerjaan dan urusan pribadi mereka.
Kehidupan politik jarang diangkat dalam drama Korea, tapi karena cerita yg bagus dan di dukung dengan acting para pemainnya yg bagus banget, menjadikan drama ini enggak kalah bersaing dengan drama romantic laennya yang tayang bersamaan, seperti Secret Garden dan Marry Me, Marry. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya banyak penghargaan di SBS Award akhir tahun 2010 kemarin.
DAEHAN MINGUK,,,! CLAP…CLAP…CLAP..CLAP..CLAP..!!!!

2010 SBS Drama Award: Grand Prize ( Go Hyun Jung)
2010 SBS Drama Award: Top Excellence Award, Actor – Drama Special (Kwon Sang Woo)
2010 SBS Drama Award: Top Excellence Award, Supporting Actor – Drama Special (Lee Jae Young)
2010 SBS Drama Award: Top Excellence Award, Supporting Actress – Drama Special (Lee Soo Kyung)
2010 SBS Drama Award: PD Award (Cha In Pyo)

Selasa, 11 Januari 2011

HP baruku^^

Karena memang membutuhkan atau tidak, 25 Desember kemarin aq beli HP baru. Sebenarnya HP lama masih berfungsi dan selain itu aq juga sedang enggak punya uang lebih buat beli HP baru. Tapi, hanya dalam waktu 2 minggu aq nekat juga beli HP baru. Samsung Wave 5253 seharga 1,6 juta! Uang tabungan pun ikut terkuras habis, ditambah dengan ngambil uang dari T-boks. Alhasil, sekarang aq harus super duper berhemat buat nge-balikin uang ke T-Boks.
Beli HP adalah salah satu hal bodoh yg aq lakukan, disamping membeli benda-benda lainnya. Dan seringnya, setelah membeli sesuatu pasti aq merasa bersalah, menyadari karena aq telah mengeluarkan uang untuk benda yg enggak terlalu penting saat itu, padahalseharusnya uang itu dapat aq gunakan untuk sesuatu yg lebih penting. Dan untuk menghilangkan rasa bersalahku itu aq sering menghibur diriku sendiri dg mencari kelebihan dari benda yg aq beli. Terkadang itu bisa mengobati, tapi tak jarang pula, hal itu justru membuatku semakin bersalah juga.
Tindakan bodoh yg walo udah tau akibatnya tapi selalu aq ulangi, dan aq jadi mengenal satu sifatku lagi~apapun yg aq inginkan, harus aq miliki segera tanpa memikirkan apakah benda itu benar2 aq butuhkan atau tidak~. Apakah ini termasuk konsumerisme?

실패했어요


Hasil EPS-TOPIK dah keluar tanggal 27 Desember kemaren. Dan hasilnya,,,,,,aq ENGGAK LULUS!!!!! Sudah aq perkirakan sie, karena aku enggak mempersiapkan ujian ini dengan sungguh-sungguh. Tapi tetap saja ada rasa kecewa dan sedih atas kegagalan ini.
Hari-hari sebelum tes, aq memang kehilangan semangat  dan bimbang dengan keputusanku untuk mengikuti ujian. Walopun  teman2ku mendukungku, tapi tanpa restu orang tuaku aq menyadari itu tak ka nada gunanya lagi. Selama itu aku mulai berfikir bila aq lulus tes, lalu apa? Percuma itu aq lakukan karna orang tuaku tak rela bila aq kerja di Korea. Bingung antara mencari jalan meraih impian dan berbakti pada orang tua, mengakibatkan aq menjadi tidak focus untuk belajar.
Tidak lulus TOPIK taun ini mungkin memang jalanku skg untuk mematuhi orangtuaku dan menyelesaikan kewajibanku, tapi bukan berarti bahwa aq kehilangan impianku untuk tinggal di Korea. 친구과 선생님이 미안하다,,,난 한국 시험을 실패했어요,,,kalian telah banyak membantu dan mendukungku, tapi aq justru mengecewakan kalian. Terima kasih karena tetap memperhatikanku dan memberiku semangat untuk tetap berusaha,,,,

Minggu, 26 Desember 2010

tes,,,,tes,,,tes,,,,

Ujian EPS-TOPIK tlah aku lalui,,,,leganya,,,, Yupz!!! Tgl 12 Desember kemarin aku ikut tes bahasa Korea. Dengan penuh semangat, aku berangkat dengan kereta pertama jan 05.41 dari Lempuyangan menuju Balapan, padahal tes baru dimulai pukul 10.30! Pertama sie, niatnya mo berangkat sendirian, tapi ternyata di stasiun bertemu teman2 kursus bahasa Korea yg mo ikutan EPS-TOPIK juga, jadilah kita berangkat ke Solo sama-sama^.^. Sebenarnya ada lebih banyak temen-temen kursus yg ikut tes ini, tetapi mereka telah berangkat duluan, alias nginap di Solo dari kemarin sore. Ada juga yg ikut LPK, dan tentunya bayar lebih juga. Dari ikut tes kemarin banyak hal yg aku peroleh dan cerita yg aku tulis ini adalah berdasarkan pengamatanku selama ikut tes kemarin, jadi jangan ada yg protes bila yg aku tulis tidak ada bukti yg valid~he he he~
Peserta yg ikut EPS-TOPIK ini bisa dikelompokkan jadi 3. Kelompok pertama adalah orang-orang yg ikut tes dengan belajar secara otodidak, seperti aku dan teman2 kursus. Walaupun kami pernah ikut kursus bahasa Korea, tapi itu kami lakukan satu tahun yg lalu dan tidak berfokus untuk mengikuti ujian bahasa Korea, alias belajar bahasa Korea dari dasar dan kelompok ini belum pernah ke Korea! Dan ada pula yg belajar hanya dari buku-buku. Jadi untuk mengikuti tes ini kami belajar mandiri dari kumpulan soal yg telah tersedia. Orang-orang seperti kami ini adalah kelompok minoritas dari peserta EPS-TOPIK kemarin. Kelompok kedua adalah orang2 yg pernah bekerja di Korea yg ingin kembali bekerja kesana. Jadi orang-orang ini pada dasarnya sudah mempunyai pengalaman untuk ikut tes dan bekerja disana. Umumnya mereka juga mengikuti tes dan belajar secara individu seperti kelompok pertama, tetapi tentunya mereka lebih unggul secara pengalaman. Jumlah peserta dari kelompok ini lebih besar dari kelompok pertama. Sedangkan kelompok ketiga merupakan kelompok mayoritas dari kedua kelompok dari kelompok diatas. Anggota kelompok ini terdiri dari orang-orang yg ingin bekerja ke Korea, baik yg belum pernah maupun yg sudah pernah bekerja di Korea, yg bergabung di sebuah LPK (lembaga latihan kerja). Kelompok ini lebih terorganisir. Mereka belajar secara khusus untuk mengikuti EPS-TOPIK dan orang yg ikut di LPK adalah orang-orang yg serius untuk bekerja di Korea.
Ada untung dan ruginya dari kelompok-kelompok itu. Kelompok pertama tentunya harus lebih giat buat belajar dan mengumpulkan informasi,karena  keberhasilan kami tergantung pada kemampuan kami dan kerja keras kami dalam belajar. Tetapi kami juga tidak harus mengeluarkan biaya yg banyak, karena kami bisa belajar dari buku dan  internet tanpa membayar guru,  mengingat biaya kursus bahasa Korea sangat mahal dan jarang ada di Yogya dibandingkan bahasa Inggris dan Jepang. Kelompok kedua diuntungkan dengan pengalaman mereka yg pernah bekerja di Korea, jadi mereka tinggal mengingat dan mengulangnya kembali. Kelompok ketiga lebih enak, karena mereka mempunyai pembimbing untuk mempelajari soal-soal,lebih mudah untuk memperoleh informasi dan memperoleh fasilitas selama mengikuti tes seperti transport dan akomodasi selama tes. Tapi, kerugiannya adalah,,,,tentu saja harus merogoh kocek lebih dalam~ha ha ha~
Jika hasil pengamatanku diatas adalah tentang peserta tes, yg tentu saja orang Indonesia, maka sekarang aku akan menuliskan pengamatanku tentang penyelenggaraan tes itu sendiri yang dilakukan oleh orang-orang Korea! PAnitia EPS-TOPIK ini langsung dari HRD Korea, yang anggotannya tentu saja orang-orang Korea ;P Pada pelaksanaannya, para pengawas ujian adalah orang-orang Indonesia, walaupun para pengawas itu masih di awasi langsung oleh orang Korea.
Walaupun ujian baru dimulai pukul 10.30, tapi kami harus masuk ruang ujian 09.30. selama 1 jam itu, dilakukan pemeriksaan identitas dan pencocokan foto tiap peserta yg dilakukan oleh pengawas local dan pengawas dari Korea. Pembagian soal pun secara acak. Untuk EPS-TOPIK tahun ini, ada empat jenis soal, yaitu A,B, C, dan D. Sebenarnya soal-soal itu sama, tapi urutan soal dan urutan jawabannya berbeda. Jadi, sangat sulit bagi peserta untuk saling bertanya karena untuk tahu siapa yg punya soal yg sama dengan kita saja cukup susah~kkkk. Bahkan lembar jawaban pun sudah ada nama kita, jadi tinggal ngisi tanda-tangan peserta dan pengawas aja. Selama 70 menit tes, kita dilarang membawa barang-barang lain selain alat tulis dan tas, jaket, HP dan lainnya dikumpulkan ke pengawas. Dan saking ketatnya, selama itu pula, baik peserta maupun pengawas local dilarang keluar dari ruangan tes~ha ha ha!
Orang Korea sangat berdisiplin dalam ujian, walaupun sangat ‘kaku’ dalam pelaksanaan tes yg ‘hanya’ mengerjakan 50 soal, tapi mereka juga ‘membocorkan’  soal2 untuk latihan yg 50 di antaranya pasti akan keluar menjadi soal ujian. Tindakan yg sangat ketat selama ujian dan penyediaan soal2 latihan, menurutku adalah tindakan HRD Korea selain untuk mewujudkan hasil ujian yg adil juga untuk menghindari adanya calo ujian. Tapi bukan orang Indonesia namanya kalo tidak bisa mengakali hal tersebut. Dari pembicaraan2 yg aku dengar setelah ujian, ternyata banyak terjadi jual beli kunci jawaban tes. Selain itu juga beredar gossip bahwa tersedia 3000 tempat yg pasti lulus ujian, asal membayar dengan jumlah tertentu.
Terlepas dari semua hal diatas, diperlukan kerja keras untuk dapat lulus tes EPS-TOPIK, karena membeli hasil ujian atau melalui calo ternyata juga tidaklah murah, dan darimana kita dapat mempunyai uang yg cukup untuk membayar kalo tidak dari kerja juga?